Apakah coding masih perlu dipelajari?
Sekarang AI bisa menulis kode dalam hitungan detik. Wajar kalau muncul pertanyaan: untuk apa anak belajar coding?
Jawaban singkatnya: yang berubah adalah bagian mana yang perlu dikuasai, bukan perlu atau tidaknya.
Yang makin sedikit dibutuhkan
- Menghafal tanda baca dan aturan penulisan setiap bahasa pemrograman.
- Mengetik kode yang berulang-ulang.
Yang makin dibutuhkan
- Berpikir bertahap. Memecah "buat game tebak angka" menjadi langkah-langkah kecil.
- Menjelaskan dengan tepat. Inilah kemampuan menulis prompt.
- Membaca kode. Cukup paham untuk tahu apa yang dilakukan kode buatan AI.
- Menguji. Mencoba program dan menemukan bagian yang salah.
Ini pendapat kami tentang arah perubahannya, bukan ramalan pasti. Dunia teknologi cepat berubah, dan yang paling aman adalah menguasai cara berpikirnya.
Perumpamaan kalkulator
Kalkulator bisa menghitung lebih cepat dari siapa pun. Anak tetap belajar matematika, karena kalkulator tidak tahu hitungan mana yang harus dikerjakan. AI dan coding mirip seperti itu.
Konsep dasar yang tetap layak dipelajari
| Konsep | Arti sederhananya |
|---|---|
| Urutan | Perintah dikerjakan satu per satu dari atas |
| Percabangan | "Kalau begini, lakukan itu" |
| Perulangan | Mengulang perintah yang sama beberapa kali |
| Variabel | Kotak untuk menyimpan nilai |
| Fungsi | Kumpulan perintah yang diberi nama |
Dengan lima konsep ini, anak sudah bisa membaca sebagian besar kode sederhana buatan AI.
Coba sekarang: minta AI, "Tulis program Python tebak angka 1 sampai 10, lalu jelaskan tiap barisnya untuk anak SD." Cari mana bagian percabangan dan perulangannya.